Farmasent Dubai Siap Komitmen Bangun Data Center AI Pertama di Batam

HANG TUAH NEWS | Batam – Batam kembali menunjukkan daya tariknya sebagai tujuan investasi strategis. Kali ini, PT Farmsent Indonesia bersama mitra investor asal Dubai, Uni Emirat Arab, melakukan audiensi dengan BP Batam untuk membahas rencana investasi pengembangan Agriculture Data Center yang mengintegrasikan teknologi kecerdasan buatan (AI), analitik data, dan infrastruktur digital guna mendukung sektor pertanian modern di Indonesia.
Pertemuan yang berlangsung secara hybrid tersebut membahas peluang pengembangan pusat data yang tidak hanya berfungsi sebagai infrastruktur digital, tetapi juga menjadi pusat pengolahan data pertanian, pemantauan lahan secara real-time, sistem prediksi hasil panen, manajemen rantai pasok, hingga optimalisasi penggunaan energi untuk mendukung pertanian berkelanjutan.
Lakuntara Pallahidu menyampaikan bahwa Batam memiliki keunggulan strategis sebagai lokasi investasi karena kedekatannya dengan Singapura, ketersediaan infrastruktur digital, kawasan Free Trade Zone (FTZ), serta dukungan pemerintah dalam mendorong investasi berbasis teknologi.
“Kami melihat Batam memiliki potensi besar menjadi pusat pengembangan Agriculture Data Center di Asia Tenggara. Kehadiran investor dari Dubai menunjukkan kepercayaan internasional terhadap iklim investasi Batam dan peluang pengembangan teknologi pertanian di Indonesia,” ujar Lakuntara.
Rencana investasi ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem digital pertanian yang mampu meningkatkan produktivitas, efisiensi distribusi pangan, serta mempercepat transformasi sektor agrikultur nasional melalui pemanfaatan cloud computing, artificial intelligence, dan big data.
BP Batam menyambut baik inisiatif tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat posisi Batam sebagai pusat investasi teknologi dan ekonomi digital. Kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha nasional, dan investor global diyakini akan membuka peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan daya saing Indonesia di sektor teknologi dan pertanian.
Dengan masuknya investor dari Dubai melalui proyek Agriculture Data Center ini, Batam semakin memperkuat posisinya sebagai salah satu destinasi investasi teknologi yang menjanjikan di kawasan Asia Tenggara, sekaligus menjadi pintu masuk bagi transformasi digital sektor pertanian Indonesia. (Red)






