Gen Z Meksiko Menggugat: Demo Sengit Lawan Korupsi & Kekerasan, Bendera One Piece Berkibar!

Demonstran membawa bendera Meksiko dalam versi Hitam Putih dan Bendera Kelompok Bajak Laut Topi Jerami dari seri manga, One Piece saat berunjuk rasa di Mexico City, Sabtu (15/11). (REUTERS/Toya Sarno Jordan)

HANG TUAH NEWS | Meksiko – Akhir pekan ini, Meksiko diguncang aksi demo besar-besaran yang dipimpin Gen Z. Mereka turun ke jalan, menyuarakan protes terhadap Presiden Claudia Sheinbaum. Apa yang membuat mereka geram? Korupsi dan kekerasan yang seakan tak ada habisnya. Uniknya, di tengah lautan manusia, berkibarlah bendera One Piece, manga kesayangan yang jadi simbol perlawanan anak muda!

Dari Status Medsos ke Aksi Nyata: Gen Z Bersatu!

Awalnya, keresahan ini hanya ramai di media sosial. Tapi, Gen Z membuktikan bahwa mereka bukan cuma jagoan dunia maya. Mereka bersatu, mengajak semua kalangan untuk ikut berjuang. Buktinya, demo ini dihadiri berbagai usia, menunjukkan bahwa masalah ini bukan cuma urusan anak muda!

Selain bendera Meksiko, El Tricolor, terlihat para demonstran juga ada yang membawa bendera bajak laut Kelompok Topi Jerami dari seri manga Jepang, One Piece.

One Piece diketahui telah menjadi simbol protes anak muda global, termasuk di Indonesia dan Nepal.

One Piece: Lebih dari Sekadar Komik, Identitas Perlawanan!

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa harus One Piece? Ternyata, manga ini bukan cuma sekadar hiburan. Bagi Gen Z, One Piece adalah simbol perlawanan terhadap ketidakadilan. Di berbagai negara, termasuk Indonesia dan Nepal, bendera bajak laut Topi Jerami sering terlihat dalam aksi-aksi demonstrasi.

Muak dengan Korupsi & Kekerasan: Ini Alasan Mereka Turun ke Jalan!

Mengutip dari AFP, di beberapa tempat pada tahun ini, Gen Z–anggota kelompok demografis yang lahir antara akhir 90an dan awal 2010an–telah mengorganisasi protes terhadap kekuasaan. Mereka dengan sadar dan vokal menentang ketimpangan, kemunduran demokrasi, dan korupsi di negara masing-masing.

Demo ‘Gen Z’ terbesar terjadi di Nepal pada September lalu, dan menyebabkan pengunduran diri perdana menteri negara tersebut. Gelombang demo Gen Z yang diwarnai pengibaran One Piece juga terjadi di Indonesia setidaknya dalam beberapa waktu terakhir.

Mengutip dari CNN, banyak anak muda mengatakan mereka frustrasi dengan masalah sistemik seperti korupsi dan impunitas atas kejahatan kekerasan yang berujung maut. Kasus pembunuhan Carlos Manzo, wali kota yang berani melawan narkoba, menjadi puncak kemarahan mereka.

Dituduh Ditunggangi: Benarkah Demo Ini Bukan Murni dari Gen Z?

Presiden Sheinbaum menuding ada pihak-pihak yang mencoba memanfaatkan gerakan Gen Z. Ia bahkan menuding ada penggunaan bot di media sosial untuk memanipulasi jumlah peserta. Tapi, tuduhan ini langsung dibantah oleh para demonstran.

Arizbegh Garcia, seorang dokter berusia 43 tahun, mengatakan bahwa ia ikut turun ke jalan karena peduli dengan kondisi kesehatan masyarakat. Andres Massa, seorang konsultan bisnis berusia 29 tahun, membawa bendera One Piece sebagai bentuk solidaritas.

Istana Presiden Jadi Medan Laga: Gas Air Mata vs Batu!

Sayangnya, aksi damai ini berujung ricuh. Sebagian demonstran mencoba menerobos Istana Presiden, yang langsung direspon polisi dengan gas air mata. Bentrokan pun tak terhindarkan.

Kepala Keamanan Mexico City, Pablo Vazquez, melaporkan bahwa banyak polisi dan demonstran yang terluka. Beberapa orang juga ditangkap karena diduga melakukan tindakan kriminal.

Pesan untuk Pemerintah: Gen Z Tidak Akan Diam!

Demo Gen Z Meksiko ini adalah alarm bagi pemerintah. Mereka menunjukkan bahwa anak muda tidak akan tinggal diam melihat korupsi dan kekerasan merajalela. Simbol One Piece adalah bukti bahwa semangat perlawanan akan terus berkobar! (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *