Ketua LSM GEMMARI RIAU Menyoroti Penggunaan Anggaran Preservasi Jalan Nasional Pekanbaru Batas Sumbar

HANG TUAH NEWS| Kampar – Paket pekerjaan Preservasi jalan HR subrantas (Pekanbaru) Batas Sumbar, di bawah komando Manager Ruas/ PPK 1.4 (AFDIRMAN JUFRI,ST),Wilayah Satker PJN I Propinsi Riau dengan panjang total penanganan 110 Km, merupakan jalan nasional Wilayah Kab Kampar. Ruas jalan ini mendapat alokasi dana pemeliharaan (preservasi) dari APBN kementrian PU Tahun Anggaran 2025 dengan nilai pagu Rp.6.189.057.000 yang di kerjakan secara kontraktual.

Pada bagian lain juga di gelontorkan dana di luar kegiatan kontrak dan di kerjakan secara swakelola pada ruas yang sama dengan kegiatan yang berbeda.

Dari pantauan tim (LSM GEMMARI RIAU) generasi muda Melayu Riau 3-11-2025 saparianto,menyoroti pekerjaan pemeliharaan jalan yang sedang dalam pelaksanaan,menganalisis penggunaan anggaran yang di peruntukan untk kegiatan Presrvasi jalan, banyak yang tidak tepat , sehingga di duga terjadi penyelewengan dana.

IMG 20251111 WA0041

Kegiatan ini yang menurut ketua LSM GEMMARI riau saparianto di lapangan tidak sesuai dengan skala prioritas atas kebutuhan untuk preservasi jalan. Dengan alokasi dana yang cukup besar sementara hasil pantauan di lapangan jalan yang di rawat dalam kondisi cukup baik.

temuan yang dapat di lapangan tidak adanya papan nama proyek sebagai informasi kepada masyarakat tentang di lokasi ruas ini adanya kegiatan Preservasi jalan yang di kerjakan oleh kontraktor pelaksana beserta nilai kontrak serta waktu pelaksanaanya ini jelas telah melanggar UUD no 14 tahun 2008 tentang (KIP) Keterbukaan informasi Publik dan permen PUPR no 22 tahun 2018 tidak adanya papan proyek di lokasi menjadi persepsi di masyarakat ini adalah proyek siluman.

ia juga mengatakan kondisi jalan yang kami pantau dari Pekanbaru sampai batas sumbar dalam kondisi baik / mantap. volume CAP dan penambalan ( Patching ) serta kegiatan overlay yang tersebar hanya beberapa titik. sepanjang ruas ini, diestimasi hanya membutuhkan beberapa puluh ton aspal saja. seperti visualisasi foto CAP yang di ambil tim survey sepanjang ruas jalan nasional Pekanbaru sampai batas Sumbar ini tidak banyak penanganan.

Galian CAP menurut pantauan kami di lapangan tidak di lakukan dengan menggunakan Cold Milling Machine sebagai mana yang di persyaratkan dalam kegiatan CAP, pemakaian volume aspal yang relatif kecil begitu juga marka jalan tidak terlihat dan patok kilometer tersebar sepanjang ruas jalan nasional Pekanbaru Bangkinang batas Sumbar tidak tertata sudah rusak berat banyak yang hilang, patok kilometer hal yang penting sebagai petunjuk bagi pengguna jalan untuk mengetahui posisi pengguna jalan di mana berada.

Patok kilometer yang perlu di ganti dan semestinya di bersihkan sepanjang ruas jalan, kemudian kegiatan pemotongan rumput Masi tampak semak pada daerah rumija terkesan asal jadi padahal dalam SOP rutin pemotongan rumija di lakukan 5-6 kali dalam satu tahun ( per periode) anggaran berjalan.

pemotongan rumput di duga di lakukan hanya beberapa kali saja yang seharusnya di bulan November ini rumija sudah rapi dan bersih PPK 1-4 jelas tidak mempunyai kepedulian dengan kondisi lapangan.dinilai lemahnya pengawasan dalam pelaksanaan proyek BPPJN di ruas Pekanbaru batas Sumbar ini, jika di biarkan, maka anggaran negara terus menerus akan bocor tanpa hasil

Ketua LSM GEMMARI RIAU Saparianto menduga keras ini adalah suatu kesengajaan dan tidak pedulinya ( PPK) 1-4 wilayah 1 Riau Afdirman Jufri st sebagai manager ruas jalan yang sudah paham tentang SOP Kontraktual namun tak melaksanakan sesuai apa yang sudah di persyaratkan di dalam kontrak kerja. tim media lalu berusaha mengkonfirmasi kepada PPK 1-4 hanya di baca namun tak di jawab sehingga menimbulkan persepsi di masyarakat adanya dugaan penyelewengan dana anggaran proyek.

Saparianto berharap pada penyelenggara dalam hal ini pihak PU dan kontraktor pelaksana agar bekerja serius karena pembangunan ini memakai uang masyarakat kampar tegasnya. (Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *