Komisi Reformasi Polri Pertimbangkan Polri di Bawah Kementerian Keamanan

HANG TUAH NEWS | Jakarta – Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie mengungkapkan bahwa pihaknya telah menampung masukan agar Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) ditempatkan di bawah Kementerian Keamanan. Pengumuman itu dibuat dalam audiensi di Gedung STIK-PTIK Polri, Jakarta, Rabu.

Jimly menjelaskan bahwa usulan tersebut berangkat dari mekanisme Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang berkoordinasi dengan Kementerian Pertahanan (Kemenhan) dalam urusan anggaran dan rekrutmen, sementara Polri tidak memiliki kementerian yang mengkoordinasikannya.

“Polisi, dulu karena pemisahan dari TNI, memang enggak ada kementerian yang mengawasinya karena di konstitusi hanya ada Kementerian Pertahanan. Maka muncul ide bagaimana kalau dibikin Kementerian Keamanan,” katanya.

Selain itu, komisi juga menerima usulan agar Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) diperkuat agar memiliki fungsi yang setara dengan Kemenhan. “Jadi, rekrutmen tidak perlu persetujuan DPR, langsung presiden, tapi yang mengusulkan Kompolnas. Fungsi pengawasan Kompolnas pun akan diperkuat,” ucapnya.

Jimly menegaskan bahwa usulan-usulan tersebut hanya ditampung terlebih dahulu dan belum diputuskan. “Kami tampung tadi, tapi kan kami belum putuskan, cuma alternatif saja,” katanya.

Pada Rabu pagi, kritikus politik Faizal Assegaf menyampaikan bahwa purnawirawan TNI dan aktivis telah menyampaikan masukan terkait penempatan Polri di bawah kementerian dalam audiensi bersama komisi.

“Sudah saatnya Polri dipimpin di bawah Kementerian Keamanan sehingga hal-hal yang berkaitan dengan operasional, anggaran, pendekatan desentralisasi dan dekonsentrasi bisa lebih terstruktur. Kehadiran Kementerian Keamanan dipandang sangat perlu untuk memperkuat transisi negara modern,” kata Faizal.

Ia juga menyarankan agar komisi mendengarkan suara kritis dan peristiwa-peristiwa hukum yang banyak terjadi di masyarakat. “Kami sarankan, misalnya, satgas antitambang ilegal juga bisa diajak berdialog karena banyak temuan yang didapati oleh mereka,” tambahnya. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *