Polda Riau Gelar Pelatihan Pamapta, Garda Terdepan Pelayanan yang Profesional dan Humanis

HANG TUAH NEWS | Pekanbaru – Polda Riau dalam upaya memperkuat pelayanan publik dan menyesuaikan struktur organisasi kepolisian dengan nomenklatur terbaru, Polda Riau melalui Sekolah Polisi Negara (SPN) resmi menggelar Pelatihan Kompetensi Pamapta (Perwira Samapta).

Kegiatan ini berlangsung sejak 27 Oktober hingga 4 November 2025 dan diikuti oleh 36 Perwira Pertama (Pama) dari seluruh Polres jajaran Polda Riau. Perubahan nomenklatur ini menandai pergeseran jabatan Kanit SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu) menjadi Pamapta SPKT di tingkat Polres.

Langkah ini merupakan implementasi dari kebijakan Polri yang berorientasi pada peningkatan kualitas pelayanan dan profesionalisme di bidang kepolisian.
Pelatihan dibuka secara resmi oleh Kepala SPN Polda Riau Kombes Indra Duaman, didampingi Karo SDM Polda Riau Kombes Annisula Ridha, Waka SPN AKBP Kurnia Setyawan, serta jajaran pengajar dan pejabat SPN.

Dalam sambutannya, Kombes Indra Duaman, menegaskan, bahwa pelatihan ini bukan sekadar formalitas perubahan jabatan, melainkan langkah strategis untuk memperkuat kapasitas dan kesiapsiagaan personel Polri di bidang pelayanan masyarakat.

“Pamapta merupakan garda terdepan Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Mereka harus mampu bertindak cepat, tepat, dan humanis dalam setiap situasi, sekaligus memiliki kemampuan preventif menjaga stabilitas kamtibmas,” ujar Kombes Indra.

Pamapta, lanjutnya, memiliki lima fungsi utama yang menjadi ujung tombak pelayanan kepolisian, yakni pertama pelayanan kepolisian terpadu di seluruh aspek kebutuhan masyarakat.

Kedua, koordinasi dan pengendalian bantuan serta pertolongan saat terjadi keadaan darurat; ketiga, pelayanan masyarakat melalui berbagai media komunikasi.

Keempat, pelayanan informasi kepolisian secara cepat dan akurat dan kelima penyiapan registrasi dan pelaporan kegiatan sebagai bentuk akuntabilitas pelayanan.

Kombes Indra menambahkan, pelatihan ini diharapkan mampu membentuk personel Pamapta yang memiliki pengetahuan taktis dan kemampuan manajerial mumpuni. Dengan begitu, setiap anggota mampu mengelola pelayanan publik secara lebih modern dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

“Pelayanan kepolisian hari ini tidak hanya soal kecepatan merespons laporan, tetapi juga bagaimana menghadirkan kepercayaan publik. Pamapta adalah wajah pertama Polri yang dilihat masyarakat, maka profesionalisme dan empati menjadi kunci utama,” tegasnya.

Selain peningkatan kompetensi teknis, para peserta juga dibekali dengan pelatihan etika pelayanan publik, komunikasi efektif, serta manajemen situasi darurat, agar siap menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Melalui pelatihan ini, Polri di Riau menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran personel di lini pelayanan masyarakat. Pamapta bukan sekadar jabatan baru, tetapi semangat baru dalam mewujudkan Polri yang hadir, tanggap, dan terpercaya di tengah masyarakat. (Usman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *