Viral Dilaporkan Hilang Oleh Warganya, Bupati Buton Alvin Sebut Dinas 20 Hari di Jakarta

HANG TUAH NEWS| Buton – Kabupaten Buton digemparkan oleh laporan masyarakat dan mahasiswa yang menyebut Bupati Buton Alvin Akawijaya Putra sebagai orang hilang.

Alvin akhirnya angkat bicara dan membantah tudingan tersebut.

Ia menegaskan ketidakhadirannya di kantor dan rumah jabatan selama hampir tiga pekan terakhir bukan karena menghilang, melainkan sedang melaksanakan perjalanan dinas ke Jakarta selama hampir 20 hari.

LAPORAN MAHASISWA KE POLISI

Kasus ini bermula ketika Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), yang menamakan diri sebagai Rakyat Buton, melaporkan Alvin sebagai orang hilang ke kepolisian.

Surat tanda bukti pengaduan diterbitkan pada 18 September.

Ketua IMM Buton, Muhammad Muzli, menilai keberadaan Alvin tidak jelas. Ketua Komisariat HMI Buton, Yusmiati, menambahkan Alvin tidak pernah berkantor maupun menempati rumah jabatan dalam beberapa pekan terakhir.

“Sehingga kami membuat laporan orang hilang terhadap Bupati Buton,” katanya dikutip detikNews, Minggu (21/9).

Selain laporan resmi, warga dan mahasiswa juga menyebarkan pamflet orang hilang di ruang publik sebagai bentuk protes.

KLARIFIKASI BUPATI ALVIN

Menanggapi laporan tersebut, Alvin mengaku baru kembali ke Buton pada Sabtu (20/9) malam.

“Saya dua minggu hari kerja di Jakarta, sebenarnya 20 hari, terus 4 sampai 6 hari, kan Sabtu-Minggu kita perhitungkan juga,” klaimnya diwartakan Kompas.com.

Alvin menjelaskan bahwa keberadaannya di Jakarta adalah bagian dari upaya mencari solusi atas persoalan keuangan Kabupaten Buton. Ia menegaskan, jika hanya duduk di kursi kantor, tidak ada jalan keluar yang bisa dicapai.

“Kita ini daerah kecil… Kalau saya hanya duduk di belakang kursi, tidak ke pusat, tidak membuka jaringan, bertanya ke kementerian, lalu siapa yang akan membantu Buton?” tegasnya.

Selama hampir dua pekan di Jakarta, Alvin mengaku telah bertemu dengan sejumlah pejabat, termasuk Direktorat Jenderal Bina Marga.

Dari pertemuan itu, Buton berhasil mendapat bantuan melalui program Inpres Jalan Daerah (IJD).

“Alhamdulillah, saya sudah ke Dirjen Bina Marga dan mendapatkan bantuan peningkatan jalan di Stadion 2. Ini bukti bahwa saya tidak hanya menghilang, tetapi ada laporan nyata dari pekerjaan saya di Jakarta,” ungkapnya lebih jauh.

Alvin menekankan bahwa masalah defisit anggaran dan pembangunan infrastruktur adalah tanggung jawab kepala daerah. Ia meminta masyarakat untuk menilai hasil kerja, bukan sekadar absensi di kantor.

“Tolong jangan lupakan apa yang saya kerjakan di Jakarta. Semua ada laporannya,” tekannya.

Alvin adalah politikus muda berusia 29 tahun dari Partai NasDem.

Ia merupakan putra kandung Ali Mazi, tokoh politik senior Sulawesi Tenggara yang pernah menjabat sebagai Gubernur provinsi itu selama dua periode dari 2003–2008 dan 2018–2023.

Pada Pilkada 2025, Alvin menang dengan 35,86 persen suara, menjadikannya salah satu kepala daerah termuda di Indonesia. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *